Posts

Showing posts with the label The Z

Wakil Hati dan Pikiran

Kemana pun kamu pergi tidak peduli sejauh apa tempatnya, pada akhirnya kamu akan kembali dan jika seandainya kamu tidak kembali, pasti kamu sudah lupa cara pulang atau kamu lupa jika di sini ada yang sedang menunggumu pulang. Pada akhirnya kamu akan pergi dan tidak kembali pulang. Sama sepertiku. Mungkin aku akan pergi dan tidak kembali pulang. Suatu saat kita akan berada di dua dimensi.   Tulisan ini mewakili hati dan pikiran. Mungkin lebih teruntuk kamu sosok special, huruf abjad kedua puluh enam. Huruf terakhir penuh misteri. Yang aku jadikan subjek penulisanku akhir akhir ini dan menjadi tema di blog ini.   Untuk apa aku selalu menulis sajak disaat aku merindukanmu. Bukankah aku yang telah melepasmu, seharusnya aku bisa lapang dada membiarkanmu tanpa kehadiranku. Seharusnya aku tidak merindumu. Karena kebebasan yang kini dirasakan. Tanpa batas? Iya. Jika saja aku tetap denganmu, mungkin kekecewaan lagi yang kudapatkan. Bukan terkekang. Tapi sebuah kenyamanan yang sempat...

Tak Tersampaikan

Image
"Untuk apa aku meresahkan 'apa-apa' yang sudah dituliskan Rabbku sejak 100.000 tahun yg lalu" - Cuplikan tiada batas Kamu bilang bahwa ku belajar Dan kamu berlatih Iya! Selama ini aku telah belajar Teruntuk melepaskan bayang dan nyatanya Belajar merelakan Seharusnya kau baca sajak ini saja Karena hatiku tak punya nyali Alasanku untuk berhenti Bukan karena pangkat yang akan kamu genggam Bukan karena ku tidak lagi mencintai dirimu Bukan juga karena sayangku telah luntur Namun Aku tersadar Mencintai bayang yg selama ini ku rindu Bukanlah cinta yang wajar untuk terbalaskan Aku terbunuh dengan degup jantung setelah kepulanganmu Kekhawatiran yang berselimut rindu Hanya seisi alam yang mampu mengerti Bulan malam memahami mata yang sulit tuk terpejam Membuat syair rindu yang tak ku tahu dimana ujungnya Mengirim doa kepada sang Ilahi sebagai pesan rindu Tuk bisa menjagamu disana Walaupun ku tahu Bahwa pesan itu akan terselip diantara doa orang tua mu ...

Saat Kau Mungkin Telah Pulang

- cuplikan 48 Hari ini Awan mampu memberi tanda Angin pun menjadi prajurit pengirim pesan Sinar pun seakan benteng yang menjulang  Matahari juga menyelimuti kehangatan hati yang telah lama merindu Begitu jahatkah rasa rindu Karena itu, Selalu kau menjadi subjek dalam doaku Rindu ini bukan lagi kejahatan Karena engkau telah kembali Dari lembah tidar pengabdian Keluar dari pintu gerbang yang seakan penjara Tempat belajar dan berlatih untuk jadikan kau seorang pemimpin Keras disiplin menjadi ksatria yang tangguh Pemuda perkasa pengawal keutuhan negara dan bangsa Entah.... Kemana tujuan kau untuk pulang? Selain rumah dan kamarmu Kemana kau tujukan hatimu untuk bersandar Cukup kau harus tahu Sabar dalam keraguan yang tak pasti Sabar untuk menahan kecemburuan Dengan tindakan yang selama ini ku perbuat sendiri Meratap dan hanya meratap Bukan tanpa harapan Namun penuh dengan harapan Ketahuilah bahwa Dimana pun Dan kapan pun Aku serasa di penjara Terkurung o...

Rekatkan Jarak diantara Waktu

- cuplikan 47 Tak peduliku Dengan siapa yang mendekat dan menjauh Tak peduliku Dengan siapa aku berteman Tak peduliku Dengan siapa aku berbicara Sebab Hanya kau tempat cerita hidupku bersinggah Hatiku merasa tenang dan nyaman Namun Jarak pun mampu mematikan rasa Waktu hanya bisa bungkam Tiada lagi kau yang sebagai diary ku Kemana aku harus bersinggah cerita ini? Aku kembali seperti dulu Membisu dan sunyi Bukan meratapi Tapi penjahat rindu selalu menusuk Rutinitasku seakan semu Aku tak peduli mereka yang tak suka padaku Ku ingin kau kembali Memasuki ruangan yang telah lama kau tinggalkan Aku tahu Kunci itu berada di genggamanmu Aku tersadar Hanya ada satu cara Agar ruangan ini menjadi tujuan untuk kau pulang nanti Rinduku diantara detik harianku Akan ku suguhkan menjadi doa Sajak ini hanya perantara Meluapkan isi kegaduhan dalam hati dan pikiranku Rekatkan jarak yang telah menikamku Mampukah aku bertahan

Menembus Ilusi

- cuplikan 46 Jejak tetaplah jejak Adanya mesin waktu itu nyata Dimana tiap dentuman detik akan terukir Yang dulu bukanlah kenangan Hanya bayang ilusi yang selalu menghantui Itulah sejarah mampu tuk berbicara Kataku ini Untuk engkau yang sedang  menyimpan perasaanku Selamat menikmati senja tanpa kehadiran ku Semoga kau berbahagia dengan apa yang kau pilih saat ini Akan ku susul engkau kemana? Sebab menunggumu dengan ikrar yang telah aku ikat Membuat segala rasa yang ku punya kian membesar Tak bisa aku pungkiri Aku jatuh cinta akan keindahannya Memandang kau dari jauh Kuatkan jarak dengan rasa yg tersisa Bukanlah hatiku yang kau kunci Tapi dimensi ini telah engkau penuhi dengan memori Cukup mungkin kataku ini wakil dari rasa rinduku kepada engkau Dari aku yang pernah kau ajak bersama Dan yang akhirnya akan tersisihkan Prioritas bukan segalanya yang aku inginkan Hanya mampu bersyukur bisa mengenalmu Memberi kan cerita kehidupan yang sebelumnya ku tahu i...

Saat Mereka Bertanya Kabarmu

- cuplikan 45 Tidakkah orang lain mengerti adanya sebuah privasi Lalu apa bedanya makna sebuah perhatian dan sekedar rasa ingin tau? Sial

7 Agustus 2017 : 05.28 WIB

"Jika ada yang kurang mari lengkapi" "Jika ada yang hilang mari kita cari" Apapun itu Masih bisa kita lakukan Selain berpisah Berjanjilah Oke? - cuplikan 44 Seketika ku ingat malam itu Kembali ku buka lembaran lama Yang belum usang dan terasingkan Momen seminggu yang lalu Dimana posisiku saat itu Tersadar ku bukan sosok spesialmu lagi Hanya bisa merendah diri Hanyut harapan Tergenggam angan [ 13 Dzulqaidah 1438 ] Malam Senin tanggal 6 bulan ke-8 tahun 2017 pukul 23.44 Via Whatsapp 23.44 "Pendidikan mu mulai besok t?" "Kok ga bilang aku" 23.46 "Iya beso" "Cht nya eror," 23.48 "Kan td bilang aku klo ke gresik mau pamitan sm sdr" 23.50 "Iya se yg itu bilang, tp kamu ga bilang kalo mulai besok pendidikan nya" 23.51 "Yaudah hatihati ya besok di sana, tetep semangat jgn nyerah sedikitpun buat jalanin tugas2nya, pokoknya suskes bahagiain ortu" 23.52 "Iya maap lupa...

Dimensi Muram

Karya : Tia Dyan Wilujeng *** Sesunggahnya keterpurukan ini hanyalah batin yang sedikit luka. Bekasnya tidak begitu parau. Sakit sesaat saat memutar kembali memori itu. Mampu membuat bekasnya semakin parau. Jatuh dalam jurangku sendiri. Adakah penyesalan? tidak ku jawab. Keputusan sudah kubuat, juga harus mampu menggenggam resiko impian. Bicara soal agama, semata-mata mencari ridho-Nya. Tak bisa lagi mengikat dosa, pundak kita tak kan mampu menumpangnya. Ku yakin itu. Komitmen ini hanya halal di atas haram, ketahuilah itu. Ku melepas bukan berarti ku tidak ingin atau menganggap kau tiada dalam ada. Melepas karena ku harus menjaga perasaanku dalam halal-Nya. Konsisten? iya, ketulusan dan kehalusan hati ini akan tetap sama saat kau mengenalku. -cuplikan 8 Tak ada diksi cinta atau pun rindu Tapi membacanya Kita yakin ada Dalam intiku Kau telah terbenam Senja telah lalu Petang membawa malam Ilusi dalam dimensi seakan pudar perlahan Kenangan yang tadinya rapi ...

Tentang dan Tentang

Image
- Cuplikan 3 Semalam merasa kehilangan Bukan lagi hari kemarin Tetapi tentang hari ini Dimana langkah awalku mulai bersejarah Tentang perjalanan pertama ku Tentang dinginnya malam Tentang kehangatan secangkir susu Tentang semut yang sembunyi di balik butir gila Tentang berharganya teman Tentang kesendirian ku di kala sakit Tentang kehampaan tanpa kehadiran mu Dan tentang tentang lainnya Aku termangu Sendiri Perasaan dimana aku telah mati rasa Terhanyut ingatan Tenggelam harapan Hingga tak terasa Air menetes di punggung pipiku Pertanda bahwa ini simbol rindu yang nyata Dengan hati penuh harap Kita pasti akan bertemu lagi Di waktu dan tempat yang ditentukan

Goreskan Rasa yang Telah Ada

Image
- Cuplikan 2 Mungkin ku tak tahu Kau bahagia bersamaku atau tidak? Jikalah kau bahagia Genggam erat kepercayaanku Penuhi arti di setiap sudut ruangan kita Dengan semua kenangan yang telah dibuat Agar terkesan elok jika dipandang Namun… Jangan paksakan hatimu bersamaku Jikalah kau tak bahagia Terbanglah dan pergi Berlayarlah ke pelabuhan yang telah lama kau harapkan Jangan pernah kembali dan bersinggah untuk waktu yang lama Kejarlah kebahagiaanmu Kejar dia Jangan biarkan dia tergenggam karak lautan Padamkan kekecewaan yang telah kau beri untukku Beri dia cinta kasih melebihi ku kepada engkau Agar dia bahagia Dan aku akan selalu bahagia Jika melihatmu juga bahagia Itulah janji ku kepada kau Ingatlah bahwa ku telah berikrar sedemikian rupa Mungkin memang engkau telah goreskan rasa yang telah tumbuh di hati ini Apa daya jika memang rasa yang telah ku pendam  Selalu dipenuhi rasa kecewa setiap saat Sebenarnya ku mampu bertahan Tapi buat apa jika kebahagia...

Surat Tersirat Untuk Agustus

Image
*** Hikayatku untuk engkau yang sempat mengisi ruang nuraniku. Dimensi ruangku tidak akan pernah terukur kembali sebelum engkau dapat pergi dan menggenggam kebahagiaan yang baru. Di ujung pintu, terhenti langkahku untuk bisa menemanimu meraih cahaya itu. Kita telah sampai di sini, dan salam pun telah terkunci. Tetapi… ingatlah! Bahwa ada pintu lain yang dapat engkau temui di ruang nuraniku. Ucapkan kembali salam yang telah lama kurindu . -cuplikan 1 Saat detik detik waktu menjadi detak detak jantung Aku tak mampu menjadi sosok munafik Timbulnya rasa ini tak akan bisa kubendung Saat itu Komitmen kita ikat bersama Tak tersadar halal di atas haram Melepas lebih baik daripada mengikat dosa Pikirkanlah Kita yang dulu sempat bersama Duduk memandang pertunjukkan berdua Berjalan berdua ditemani serpihan kata Tanpa takut apa-apa Dosa telah kita buat bersama Ku teringat Besar pedulimu padaku Hingga takut ku jatuh sakit karena hujan Kamu berlari untuk ku bisa berteduh ...