Wakil Hati dan Pikiran
Kemana pun kamu pergi tidak peduli sejauh apa tempatnya, pada akhirnya kamu akan kembali dan jika seandainya kamu tidak kembali, pasti kamu sudah lupa cara pulang atau kamu lupa jika di sini ada yang sedang menunggumu pulang. Pada akhirnya kamu akan pergi dan tidak kembali pulang. Sama sepertiku. Mungkin aku akan pergi dan tidak kembali pulang. Suatu saat kita akan berada di dua dimensi. Tulisan ini mewakili hati dan pikiran. Mungkin lebih teruntuk kamu sosok special, huruf abjad kedua puluh enam. Huruf terakhir penuh misteri. Yang aku jadikan subjek penulisanku akhir akhir ini dan menjadi tema di blog ini. Untuk apa aku selalu menulis sajak disaat aku merindukanmu. Bukankah aku yang telah melepasmu, seharusnya aku bisa lapang dada membiarkanmu tanpa kehadiranku. Seharusnya aku tidak merindumu. Karena kebebasan yang kini dirasakan. Tanpa batas? Iya. Jika saja aku tetap denganmu, mungkin kekecewaan lagi yang kudapatkan. Bukan terkekang. Tapi sebuah kenyamanan yang sempat...